POAC PADA SUPERVISI KLINIS
(Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Supervisi Pendidikan)
Dosen Pengampu : Ali Rif’an, M.PdI
Oleh : Wildtan
Habibi
NIRM:
2015.4.077.0020.1.000009
Progam Studi:
Manajemen Pendidikan Islam
STAI “MA’HAD
ALY AL-HIKAM”
MALANG
Oktober 2016
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perkembangan kebutuhan akan pendidikan membutuhkan
beberapa literature tertentu untuk meningkatkan kualitas pemberdayaan SDM dan
sarana prasarana. Pendidikan pada era sekarang sudah mampu bergerak mendekati
garis kebutuhan yang harus ditempuh, dibanding sebelumnya ketika kedudukan
pendidikan hanya sebagai formalitas global.
Melihat
semakin luasnya cakupan kebutuhan pendidikan, maka sekolah perlu memperhatikan
beberapa aspek yang berhubungan dengan kualitas kinerja guru sebagai pencetak
output sekolah yakni siswa. Guru perlu mendapatkan referensi tentang
pengembangan pengajaran agar mencapai keberhasilan dalam melaksanakan kurikulum
yang berlaku.
Supervisi perlu sekali dilakukan sebagai alat untuk mengetahui proporsi
kualitas guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Salah satu model supervisi yang dilakukan di sekolah adalah supervisi
klinis. Aspek yang diberikan dalam supervisi yang ada
biasanya hanya bersifat umum, karena guru tidak dilibatkan dalam perencanaan
pembuatan supervisi padahal nantinya guru mendapatkan follow up dari supervisi
yang sudah dilakukan. Supervisi mempunyai peran mengoptimalkan tanggung jawab
dari semua program. Supervisi bersangkut paut dengan semua upaya penelitian
yang tertuju pada semua aspek yang merupakan factor penentu keberhasilan.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
Pengertian POAC
2.
Apa Pengertian
Supervisi Klinis
3.
Bagaimana
Karakteristik Supervisi Klinis
4.
Apa Tujuan
dan Fungsi Supervisi Klinis
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
POAC
1.
Planning
Planning adalah suatu
proses untuk menentukan tujuan serta sasaran yang ingin dicapai dan mengambil langkah-langkah
strategis guna mencapai tujuan tersebut. Perencanaan merupakan proses yang
penting dari segala bentuk fungsi Manajemen, karena tanpa adanya perencanaan
semua fungsi-fungsi lainnya tidak akan dapat berjalan.[1]
2. Organizing
Pengorganisasian ( Organizing ) adalah fungsi kedua dalam Manajemen. Organizing adalah proses kegiatan dalam menyusun struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber dan lingkungannya. Dengan demikian, hasil dari pengorganisasian itu berupa struktur organisasi.
Pengorganisasian ( Organizing ) adalah fungsi kedua dalam Manajemen. Organizing adalah proses kegiatan dalam menyusun struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber dan lingkungannya. Dengan demikian, hasil dari pengorganisasian itu berupa struktur organisasi.
3. Actuating
Actuating ( Pelaksanaan ) adalah suatu tindakan yang mengusahakan agar
semua perencanaan dan tujuan perusahaan bisa terwujud dengan baik dan seperti
yang diharapkan. Jadi, pelaksanaan merupakan suatu upaya yang menggerakkan
orang-orang untuk mau bekerja dengan sendirinya dan dengan kesadaran yang besar
demi mengabulkan seluruh cita-cita perusahaan dengan dan secara efektif.
4. Controlling
Pengawasan ( Controlling ) adalah proses pengamatan, penentuan standar
yang akan diwujudkan, menilai kinerja pelaksanaan, dan jika diperlukan
mengambil tindakan korektif, sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan
semaksimal mungkin dalam mencapai tujuan perusahaan.[2]
B. Pengertian Supervisi
Klinis
Supervisi memiliki pemahaman yang
luas (Purwanto, 2004: 76). Menurut Purwanto menjelaskan bahwa supervisi
adalah segala bantuan dari para pemimpin sekolah, yang tertuju pada
perkembangan kepemimpinan guru-guru dan personel sekolah lainnya di dalam
mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Ia berupa dorongan, bimbingan, dan
kesempatan bagi pertumbuhan keahlian dan kecakapan guru-guru, serta bimbingan
dalam usaha pelaksanaan pembaharuan-pembaharuan dalam pendidikan dan
pengajaran, pemilihan alat-alat pelajaran dan metode pembelajaran yang lebih
baik, cara-cara penilaian yang sistematis terhadap fase seluruh proses
pengajaran dan sebagainya (2004:76). Pemahaman umum bahwa peranan utama dari
supervisi adalah ditujukan kepada perbaikan pengajaran. Franseth Jane dalam
Piet A. Sahertian, berkeyakinan bahwa supervisi akan dapat memberi bantuan
terhadap program pendidikan melalui bermacam-macam cara sehingga kwalitas
kehidupan akan diperbaiki olehnya. Ayer, Frend E, menganggap fungsi supervisi
untuk memelihara program pengajaran yang ada dengan sebaik-baiknya sehingga ada
perbaikan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
supervisi berarti pengawasan utama, pengontrolan tertinggi, penyeliaan
(2002:1107). Sedangkan klinis
memiliki arti bersangkutan atau berdasarkan pengamatan klinik (575).
Sedangkan supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. Dikatakan
supervisi klinis karena prosedur pelaksanaannya lebih ditekankan kepada mencari
sebab-sebab atau kelemahan yang terjadi di dalam proses belajar mengajar, dan
langsung pula diusahakan bagaimana cara memperbaiki kelemahan atau kekurangan
tersebut (Purwanto, 2004:90)
Senada dengan hal tersebut John J
Bolla menyatakan supervisi klinis adalah
supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang
sistematis mulai tahap perencanaan, pengamatan, dan analisis yang intensif
terhadap penampilan pembelajaran guru dengan tujuan untuk memperbaiki proses
pembelajaran (John Bolla dalam Mukhtar dan Iskandar, 2009:60). Purwanto
juga menjelaskan bahwa Richard Waller memberikan definisi tentang supervisi
klinis sebagai berikut:
“Supervisi
klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pengajaran dengan melalui
siklus yang sistematis dari tahap perencanaan, pengamatan, dan analisis
intelektual yang intensif terhadap penampilan mengajar sebenarnya dengan tujuan
untuk mengadakan modifikasi yang rasional” [3]
Dari beberapa pengertian tersebut
dapat disimpulkan bahwa supervisi klinis adalah suatu proses bimbingan yang
bertujuan untuk membantu pengembangan professional guru, khususnya dalam
penampilan mengajar, berdasarkan observasi dan analisis data secara objektif
sebagai pegangan untuk perubahan tingkah laku mengajar tersebut.
C.
Karakteristik Supervisi Klinis
Merujuk pada pengertian yang telah dipaparkan, terdapat beberapa
karakteristik supervisi klinis, yaitu:
1.
Perbaikan dalam mengajar mengharuskan guru mempelajari keterampilan intelektual dan bertingkah laku berdasarkan
keterampilan tersebut.
2.
Fungsi utama supervisor adalah mengajar keterampilan-keterampilan kepada
guru.
3.
Fokus supervisi klinis adalah:
§ Perbaikan
cara mengajar dan bukan mengubah kepribadian guru.
§ Dalam
perencanaan pengajaran dan analisisnya merupakan pegangan supervisor dalam
memperkirakan perilaku mengajar guru.
§ Pada
sejumlah keterampilan mengajar yang mempunyai arti penting bagi pendidikan dan
berada dalam jangkauan guru.
§ Pada
analisis yang konstruktif dan memberi penguatan (reinforcement) pada pola-pola
atau tingkah laku yang berhasil daripada “mencela” dan “menghukum” pola-pola
tingkah laku yang belum sukses.
§ Didasarkan
pada bukti pengamatan dan bukan atas keputusan penilaian yang tidak didukung
oleh bukti nyata.
4.
Siklus dalam merencanakan, mengajar dan menganalisis merupakn suatu
komunitas dan dibangun atas dasar pengalaman masa lampau.
5.
Supervisi klinis merupakan suatu proses memberi dan menerima informasi
yang dinamis dimana supervisor dan guru merupakan teman sejawat didalam mencari
pengertian bersama mengenai proses pendidikan.
6.
Proses supervisi klinis terutama berpusat pada interaksi verbal mengenai
analisis jalannya pelajaran.
7.
Setiap guru mempunyai kebebasan maupun tanggung jawab untuk mengemukakan
pokok-pokok persoalan, menganalisis cara mengajarnya sendiri dan mengembangkan
gaya mengajarnya.
8.
Supervisor mempunyai kebebasan dan tanggung jawab untuk menganalisis dan
mengevaluasi cara supervisi yang dilakukannya dengan cara yang sama seperti
ketika ia menganalisis dan mengevaluasi cara mengajar guru.
D.
Tujuan dan
Fungsi Supervisi Klinis
Tujuan supervisi adalah mengembangkan situasi
belajar dan mengajar yang lebih baik. Usaha perbaikan mengajar dan mengajar
ditujukan kepada pencapian tujuan akhir dari pendidikan yaitu pembentukan
pribadi anak secara maksimal.
Situasi
belajar mengajar di sekolah-sekolah yang ada sekarang ini menggambarkan suatu
keadaan yang sangat kompleks. Kompleksnya keadaan yang ada ini adalah
akibat faktor-faktor obyektif yang saling mempengaruhi sehingga mengakibatkan
penurunan hasil belajar. Oleh karena
itu perlu adanya penyelesaian yang dilakukan untuk mengembalikan semangat dan
situasi belajar mengajar yang lebih baik. (Maunah,
2009:26)
Secara
nasional tujuan konkrit dari supervisi pendidikan adalah:
a. Membantu
guru dengan jelas dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan.
b. Membantu
guru dalam membimbing pengalaman belajar murid
c. Membantu guru
dalam menggunakan alat pelajaran modern, metode-metode dan sumber-sumber
pengalaman belajar.
d. Membantu guru dalam menilai
kemajuan murid –murid dan hasil pekerjaan guru itu sendiri.
e. Membantu
guru-guru baru disekolah sehingga mereka merasa gembira dengan tugas yang
diperolehnya.
f. Membantu
guru-guru agar waktu dan tenaganya tercurahkan sepenuhnya dalam membina
sekolah.
Sedangkan Piet A. Sahertian menambahkan bahwa tujuan supervisi klinis
yaitu:
a. Membantu
guru-guru agar lebih mudah mangadakan penyesuaian terhadap masyarakat dan
cara-cara menggunakan sumber-sumber masyarakat dan seterusnya.
b. Membina
guru-guru dalam membina reaksi mental atau moral kerja guru-guru dalam rangka
pertumbuhan pribadi dan jabatan mereka. (Sahertian, 2000:25)
Menurut Acheson dan Gall (1987:1) dalam Syaiful Sagala (2010:200) tujuan
supervisi klinis adalah pengajaran efektif dengan menyediakan umpan balik,
dapat memecahkan permasalahan, membantu guru mengembangkan kemampuan dan
strategis, mengevaluasi guru, dan membantu guru untuk berprilaku yang baik
sebagai uapaya pengembangan profesioanal para guru.
Sedangkan tujuan khusus supervisi klinis antara lain adalah :
a. Menyediakan feedback bagi guru yang objektif dari kegiatan mengajar guru
yang baru saja dijalankan.
b. Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar
c. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi
belajar
d. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan, promosi jabatan
atau pekerjaan mereka
e. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap pengembangan diri
secara terus-menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri.
Fungsi
Supervisi Klinis
Pemahaman
umum bahwa peranan utama dari supervisi adalah ditujukan kepada perbaikan
pengajaran. Franseth Jane dalam Piet A. Sahertian, berkeyakinan bahwa supervisi
akan dapat memberi bantuan terhadap program pendidikan melalui bermacam-macam
cara sehingga kwalitas kehidupan akan diperbaiki olehnya. Ayer, Frend E,
menganggap fungsi supervisi untuk memelihara program pengajaran yang ada dengan
sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan.
Fungsi
supervisi menurut Swearingen yang dikutip oleh Binti Maunah ada delapan sebagai
berikut:
a.
Mengkoordinir semua usaha sekolah
b.
Memperlengkapi kepala sekolahMemperluas pengalaman guru-guru
c.
Menstimulir usaha-usaha yang kreatif
d.
Memberikan fasilitas dan penlaian yang terus menerus
e.
Menganalisa situasi belajar mengajar
f.
Memberikan pengetahuan dan skill kepada setiap anggota staff,
mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar
guru-guru. (Maunah, 2009:30)
BAB III
KESIMPULAN
Banyak guru yang mengalami masalah/kesulitan dalam
melaksanakan pembelajaran pada mata pelajaran yang diampunya. Kesulitan
tersebut dapat disebabkan oleh karakteristik mata pelajaran sehingga sulit
dipahami guru atau kesulitan dalam aspek-aspek teknis metodologis sehingga
bahan ajar kurang dipahami peserta didik. Supervisi klinis yang dilakukan
pengawas sekolah kepada guru merupakan salah satu upaya membantu guru untuk
mengatasi masalah yang dialaminya dalam rangka memperbaiki kualitas
pembelajaran. Supervisi klinis adalah
perbaikan pengajaran dengan hubungan yang intens berlanjut dan matang antara
supervisor dan guru searah dengan perbaikan praktek profesional guru yang dapat
menjamin kualitas pelayanan belajar secara berkelanjutan dan konsisten. Supervisi klinis memiliki karakteristik atau fokus antara lain, merubah
cara mengajar serta didasarkan atas bukti pengamatan.
Tujuan daripada supervise
klinis adalah mengembangkan situasi belajar dan mengajar yang
lebih baik. Usaha perbaikan mengajar dan mengajar ditujukan kepada pencapian
tujuan akhir dari pendidikan yaitu pembentukan pribadi anak secara maksimal.
Pada supervise klinis terdapat kelebihan
dinataranya yaitu: untuk memperbaiki guru-guru yang sangat lemah kinerjanya
yang dilakukan secara intensif, sebab masing-masing kelemahan ditangani satu
persatu, sampai semua kelemahan menjadi berkurang atau hilang. Bagi guru-guru
lain yang ingin tahu cara penyelesaian kelemahan-kelemahan guru yang
disupervisi diperbolehkan ikut menjadi pendengar dalam pertemuan balikan.
Sedangkan kelemahan teknis supervisi klinis yaitu terlalu mahal, sebab
membutuhkan waktu yang panjang, karena kelemahan diperbaiki satu persatu dan
menyita pikiran serta tenaga yang besar sebab dilakukan secara mendalam agar
intensif.
DAFTAR PUSTAKA
Maunah,
Binti, 2009, Supervisi Pendidikan Islam Teori dan Praktek,
Yogyakarta: Sukses Offset
Amirullah
& Budiyono Haris, 2004, Pengantar Manajemen, Yogyakarta : Graha
Pustaka
Mukhtar & Iskandar, 2009, Orientasi Baru Supervisi Pendidikan. Jakarta:
Gaung Persada Press
Pidarta,
Made, 2009, Supervisi Pendidikan Konstektual, Jakarta: Rineka Cipta
Purwanto,
Ngalim, 2004, Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya
Pusat
Bahasa, 2002, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pusaka
https://suaidinmath.wordpress.com/2010/05/09/supervisi-kliniskonsep-dasar-dan-prosedur-pelaksanaannya/
[2] http://hakikatbisnis.blogspot.co.id/2015/06/pengertian-poac-dalam-ilmu-manajemen-lengkap.html
(di akses 12 oktober 2016)
[3] http://harlinarayht.blogspot.co.id/2015/06/makalah-supervisi-pendidikan.html
( di akses 12 Oktober 2016)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar