Jumat, 05 Januari 2018

SUMBER-SUMBER KEUANGAN NEGARA



SUMBER-SUMBER KEUANGAN NEGARA
(Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Keuangan)
Dosen Pengampu: Rahmatullah, M.PdI
Oleh: Syafi’i
2015.77.20.011








Progam Studi: Manajemen Pendidikan Islam
STAI “MA’HAD ALY AL-HIKAM
MALANG
Oktober 2016




BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Negara seperti halnya rumah tangga, juga memiliki penerimaan dan pengeluaran dalam bidang keuangan.Untuk dapat melakukan pengeluaran, Negara harus memiliki sumber keuangan. Semua pegawai negeri mendapatkan gaji dan berbagai fasilitas dari negara.Negara juga menanggung biaya program pembangunan di berbagai bidang.Banyak program pembangunan di negarakita yang menyerap dana besar, seperti pembangunan waduk, jalan raya, lapangan terbang, gedung sekolah, pasar, rumah sakit, dan sebagainyaSetiapNegara mempunyai berbagai macam kebutuhan untuk mensejahterakan rakyatnya. Akan tetapi,tidak semua kebutuhan tersebut dapat dipenuhi sendiri.Negara pun memerlukan bantuan Negara lain untuk memenuhinya.Untuk mewujudkan hal tersebut, Negara memerlukan pembiaya’an.Istilah pembiaya’an ini sangat erat kaitannya dengan keuangan Negara.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian keuangan Negara?
2.      Apa saja sumber-sumbernya?
3.      Apa tujuan pengeluaran Negara?













BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian keuangan Negara
Keuangan Negara adalah hal-hal yang berkaitan dengan penerima’an dan pengeluaran Negara serta pengaruhnya terhadap perekonomian.Seluruh sumber penerima’an dan pengeluaran diperhitungkan oleh pemerintah secara cermat dan teliti serta bertanggungjawab , yang semuanya disusun dalam APBN (Anggaran Penerima’an dan Belanja Negara).APBN adalah suatu daftar atau pernyataan yang terperinci mengenai kondisi keuangan negara yang mencakup penerima’an dan pengeluaran negara.
Keuangan Negara perlu direncanakan secara teliti agar terdapat kesesuaian antara pemasukan dan pengeluarannya.Dengan ungkapan lain, pemerintah perlu hati-hati dan berpikir secara cermat dalam menyusun keuangan Negara agar terdapat keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran.

B.       Sumber-sumber  pendapatan Negara.
Negara memerlukan sumber-sumber pendapatan.Tanpa sumber pendapatan yang jelas Negara tidak akan mampu melakukan pembangunan. Jika pembangunan terhenti, pencapaian kemakmuran dan keadilan masyarakat akan ikut terganggu.
Adapun sumber-sumbernya antara lain sebagai berikut:
1)      Penarikan pajak
Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang sehingga dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahtera’an umum.
Menurut Guritno Mangkoe soebroto,  pajak adalah pungutan yang merupakan hak prerogatif pemerintah, pungutan tersebut didasarkan pada undang-undang, pungutannya dapat dipaksakan kepada subjek pajak dan tidak ada balas jasa yang langsung dapat ditunjukkan penggunaannya.
Jadi penarikan pajak oleh pemerintah kepada para subjek (wajib) pajak tidak dapat dibantah dan ditolak oleh siapapun.Oleh sebab itu, pajak merupakan sumber keuangan yang sangat diandalkan oleh Negara.
Jika ada orang yang menghindari pajak dengan cara memanipulasinya,  berarti ia dengan sengaja mengganggu keuangan negara. Di negara-negara maju, warga negaranya justru bangga jika mereka mampu membayar pajak dalam jumlah yang besar.


2)      Penarikan Retribusi
Retribusi merupakan pungutan yang dilakukan oleh pemerintah yang mana pembayarnya menerima imbalan jasa tertentu dari pemerintah.Jadi, retribusi berbeda dengan pajak karena dengan membayar retribusi orang dapat menerima imbalan layanan dari pemerintah secara langsung. 
Pembayar retribusi ini merupakan pihak yang telah menerima manfa’at atas fasilitas pemerintah, seperti retribusi pasar, retribusi parkir, dan jenis retribusi lainnya.
Sebaliknya, pembayar pajak tidak menerima imbalan pemerintah secara langsung.Sebagai contoh, pembayaran untuk parkir, pembayaran masuk ke taman hiburan seperti kebun binatang, kebun raya, pembayaran listrik, pembayaran langganan air minum, dan sebagainya. 

3)      Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Keuntungan (laba) yang diperoleh BUMN merupakan salah satu sumber pendapatan negara.BUMN yang efisien sehingga dapat meraih keuntungan yang besar akan memberikan sumber pendapatan yang besar pula bagi negara.
Sebaliknya, BUMN yang selalu merugi tidak dapat memberkan pemasukan bagi negara.Oleh sebab itu dalam sepuluh tahun terakhir ini pemerintah selalu berusaha memacu BUMN agar memiliki daya saing yang tinggi agar dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar.

4)      Pinjaman dari Dalam dan Luar Negeri
Pinjaman dari dalam negeri dapat dilakukan dengan penjualan obligasi (surat utang dengan bunga) kepada masyarakat secara umum. Melalui penjualan obligasi, Negara akan menerima sejumlah uang dari masyarakat. Sebaliknya, masyarakat pemilik obligasi yang dikeluarkan pemerintah tersebut akan mendapatkan imbalan setiap tahun yang berupa bunga obligasi.
Pemerintah juga dapat melakukan pinjaman ke negara lain untuk memperoleh pemasukan. Sejak tahun 1992 pinjaman dari luar negeri dikoordinasikan oleh Consultative Group on Indonesia (CGI) sebagai ganti dari Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI). 
CGI dipimpin oleh Bank Dunia.Pinjaman luar negeri yang diberikan oleh CGI itu tentu merupakan sumber pendapatan pemerintah yang sangat penting artinya bagi proses pembangunan di Negara kita.



5)      Bantuan (hibah) dari Negara Lain
Pemerintah juga sering menerima bantuan dari Negara lain, terutama dari negara-negara sahabat: Bantuan yang berbentuk grant harus dikembalikan, tetapi dalam waktu yang panjang dan dengan bunga yang sangat rendah. 
Sebaliknya, bantuan yang berbentuk gift (hadiah) tidak perlu dikembalikan karena bantuan itu bersifat cuma-cuma tanpa dituntut pengembaliannya oleh negara asing atau swasta asing yang memberikannya.Gift sering berbentuk beasiswa, bantuan teknik dalam bidang tertentu seperti di bidang kemiliteran, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

6)      Penjualan Kekayaan Negara
Negara memiliki kekayaan seperti hasil tambang, hasil pertanian, hasil hutan, dan sebagainya, yang kesemuanya itu dapat dijual (diekspor) ke negara lain. Hasil penjualan itu tentu akan menghasilkan devisa. Devisa itu pada akhirnya merupakan salah satu sumber pendapatan negara. 

7)      Penerimaan dari Bea dan Cukai
Bea dan cukai merupakan pungutan resmi terhadap penggunaan barang-barang tertentu yang keluar masuk dari suatu Negara, seperti rokok, minuman keras, gula dll. Dengan demikian, bea dan cukai terkait dengan kegiatan ekspor dan impor. Oleh karena itu, barang-barang tertentu yang masuk atau keluar suatu wilayah negara diharuskan membayar sejumlah biaya yang dapat disetarakan sebagai pajak tidak langsung.

8)      Penarikan Denda dan Rampasan
Sumber pendapatan dari penarikan denda dan rampasan tidak dapat direncanakan seperti halnya pajak, bantuan luar negeri, atau keuntungan BUMN.Karena sebenarnya tujuan diadakannya denda dan rampasan adalah untuk menegakkan hukum, bukan semata-mata untuk memperoleh pemasukan dari para pelanggar hukum. 
Tentu saja pemerintah tidak layak untuk mengharapkan adanya pelanggaran hukum yang sebanyak-banyaknya agar pemasukan uang semakin besar.Itulah sebabnya sumber pendapatan ini tidak dapat direncanakan.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, semua sumber keuangan Negara tersebut tercermin pada kategori penerimaan, yang terdiri dari dua pos, yaitu: (1) penerimaan dalam negeri, dan (2) penerimaan pembangunan. Masing-masing kategori dan pos penerimaan itu dapat dirinci lagi.

C.     Tujuan Pengeluaran Negara.
Pengertian keuangan negara memperlihatkan bahwa pembelanjaan uang negara oleh pemerintah bertujuan untuk menciptakan kemakmuran masyarakat secara luas.Hal itu tentu saja berbeda dengan individu maupun perusahaan. 
Bagi individu, semua pengeluaran yang dilakukan bertujuan untuk mencapai kepuasan terhadap pemenuhan kebutuhan secara maksimal, dan bagi perusahaan semua pengeluaran dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Keuangan Negara adalah hal-hal yang berkaitan dengan penerima’an dan pengeluaran Negara serta pengaruhnya terhadap perekonomian.Seluruh sumber penerima’an dan pengeluaran diperhitungkan oleh pemerintah secara cermat dan teliti serta bertanggungjawab , yang semuanya disusun dalam APBN (Anggaran Penerima’an dan Belanja Negara).APBN adalah suatu daftar atau pernyataan yang terperinci mengenai kondisi keuangan negara yang mencakup penerima’an dan pengeluaran negara.

Negara memerlukan sumber-sumber pendapatan.Tanpa sumber pendapatan yang jelas Negara tidak akan mampu melakukan pembangunan. Jika pembangunan terhenti, pencapaian kemakmuran dan keadilan masyarakat akan ikut terganggu.
Adapun sumber-sumbernya antara lain sebagai berikut:
1.      Penarikan pajak
2.      Penarikan Retribusi
3.      Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
4.      Pinjaman dari Dalam dan Luar Negeri
5.      Bantuan (hibah) dari Negara Lain
6.      Penjualan Kekayaan Negara
7.      Penerimaan dari Bea dan Cukai
8.      Penarikan Denda dan Rampasan
Pengertian keuangan negara memperlihatkan bahwa pembelanjaan uang negara oleh pemerintah bertujuan untuk menciptakan kemakmuran masyarakat secara luas.Hal itu tentu saja berbeda dengan individu maupun perusahaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar