Jumat, 05 Januari 2018

PELAYANAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN



PELAYANAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN
  (Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia)
Dosen Pengampu : M Nur Kholiq M.Pd















Oleh :
Wildtan Habibi
NIM : 2015.77.20.010

Progam Studi: Manajemen Pendidikan Islam
STAI “MA’HAD ‘ALY AL-HIKAM
MALANG
Desember 2016



BAB I
PENDAHULUAN


A.                          Latar Belakang
Dalam menjalankan roda organisasi, manusia merupakan unsur yang terpenting dibandingkan dengan alat produksi lainnya, seperti modal, sarana kerja, mesin-mesin, bahan mentah, bahan baku, perangkat lunak dan lain sebagainya. Mengingat bahwa unsur manusia merupakan unsur yang terpenting, maka pemeliharaan hubungan dengan karyawan yang kontinue dan serasi dalam setiap organisasi menjadi sangat penting.
Menurunnya semangat kerja karyawan adalah masalah yang umum yang dapat terjadi pada setiap perusahaan, baik industri maupun organisasi. Jika tidak ada penanganan yang serius dan perhatian lebih lanjut, hal tersebut dapat menjadi bom waktu karena langsung atau tidak langsung dapat menurunkan performa perusahaan secara operasional bahkan fungsional. Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut maka pemeliharaan karyawan dalam suatu organisasi memang sangatlah penting. Pemeliharaan tenaga kerja tidak lepas dari campur tangan manajer. Jika pemeliharaan karyawan kurang diperhatikan, semangat kerja, sikap, loyalitas karyawan akan menurun. Absensinya dan turn-over meningkat, disiplin akan menurun, sehingga pengadaan, pengembangan, kompensasi, dan pengintegrasian karyawan yang telah dilakukan dengan baik dan biaya yang besar kurang berarti untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.
Pentingnya kesejahteraan karyawan adalah untuk mempertahankan karyawan agar tidak pindah ke perusahaan lain, meningkatkan motivasi dan semangat kerja, dan meningkatkan sikap loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Kesejahteraan yang diberikan sangat berarti dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental karyawan beserta keluarganya.



B.                 Rumusan Masalah :
1. Apa pengertian kesejahteraan karyawan ?
2. Apa tujuan pelayanan kesejahteraan karyawan ?
3. Apa saja bentuk-bentuk program pelayanan kesejahteraan karyawan ?
4. Apa hubungan program pelayanan kesejahteraan dengan semangat karyawan ?

C.                 Tujuan :
1.      Untuk mengetahui pengertian kesejahteraan karyawan
2.      Untuk mengetahui tujuan pelayanan kesejahteraan karyawan
3.      Untuk mengetahui bentuk-bentuk progam pelayanan kesejahteraan karyawan
4.      Untuk mengetahui hubungan pelayanan kesejahteraan dengan semangat karyawan


BAB II
PEMBAHASAN

A.                          Pengertian Kesejahteraan Karyawan
  Manusia merupakan unsur paling penting dalam proses-proses organisasi ataupun proses kerja. Dalam hal ini manusialah yang dapat menentukan maju mundurnya sebuah organisasi, dan pada intinya manusialah yang menjadi sumber daya yang perlu terus dipelihara. Pemeliharaan ataupun perawatan SDM merupakan salah satu tindakan penting untuk terus menghasilkan kualitas manusia yang unggul serta memiliki dedikasi tinggi.
  Menurut Malayu S.P. Hasibuan kesejahteraan adalah balas jasa lengkap (materi dan non materi yang diberikan oleh pihak perusahaan berdasarkan kebijaksanaan. Tujuannya untuk mempertahankan dan memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan agar produktifitasnya meningkat.
  Kesejahteraan adalah dapat dipandang sebagai uang bantuan lebih lanjut kepada karyawan. Terutama pembayarannya kepada mereka yang sakit, uang bantuan untuk tabungan karyawan, pembagian berupa saham, asuransi, perawatan dirumah sakit, dan pensiun.
  Menurut I.G. Wursanto menyatakan bahwa : Kesejahteraan sosial atau jaminan sosial bentuk pemberian penghasil baik dalam bentuk materi maupun dalam bentuk non materi, yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan untuk selama masa pengabdiannya ataupun setelah berhenti karena pensiun, lanjut usia dalam usaha memenuhi kebutuhan materi maupun non materi kepada karyawan dengan tujuan untuk memberikan semangat atau dorongan kerja kepada karyawan.
  Dalam UU 13/2003 memberikan pengertian tentang kesejahteraan pekerja, yaitu suatu pemenuhan kebutuhan dan atau keperluan yang bersifat jasmaniah dan rohaniah, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja, yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempertinggi produktivitas kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat
  Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian pelayanan kesejahteraan karyawan adalah upaya memenuhi kebutuhan karyawan baik di dalam maupun luar hubungan kerja dengan tujuan untuk meningkatkan semangat dan produktifitas karyawan. Karena mengelola SDM merupakan hal yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan besar atau kecil, apapun jenis industrinya . Perusahaan yang lebih efektif dalam mengelola SDM nya maka semakin berhasil perusahaan itu.

B.                          Tujuan Pelayanan Kesejahteraan Karyawan
   Program kesejahteraan yang diberikan oleh perusahaan, lembaga atau organisasi pada pegawainya hendaknya bermanfaat, sehingga dapat mendorong tercapainya tujuan perusahaan yang efektif. Program kesejahteraan karyawan sebaiknya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan tidak melanggar peraturan pemerintah. Pemeliharaan tenaga kerja sangat penting dilakukan guna menjamin agar tenaga kerja yang dimiliki perusahaan terpelihara produktivitas, efektivitas, dan efisiensinya[1].

   Adapun tujuan program kesejahteraan pada karyawan adalah sebagai berikut :
1.          Untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
2.          Meningkatkan disiplin dan menurunkan absensi karyawan.
3.          Meningkatkan loyalitas dan menurunkan turn over karyawan.
4.          Memberikan ketenangan, keamanan , dan kesehatan karyawan.
5.          Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya.
6.          Memperbaiki kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan
7.          Mengurangi konflik serta menciptakan suasana yang harmonis.
8.          Mengefektifkan pengadaan karyawan.

Menurut Moekijat (2000:174-175), tujuan pemberian program kesejahteraan pada perusahaan yang mengadakan program kesejahteraan terdiri dari dua yaitu bagi perusahaan dan pegawai.
1.  Bagi Perusahaan
a)      Mengurangi perpindahan dan kemangkiran.
b)      Meningkatkan semangat kerja pegawai
c)      Menambah kesetiaan pegawai terhadap organisasi.
d)     Menambah peran serta pegawai dalam masalah-masalah organisasi.
e)      Mengurangi keluhan-keluhan.
f)       Megurangi pengaruh serikat pekerja.
g)      Meningkatkan kesejahteraan pegawai dalam hubungannya dengan kebutuhannya pribadi maupun kebutuhan sosial.
h)      Memperbaiki hubungan masyarakat.
i)        Mempermudah usaha penarikan pegawai dan mempertahankan
j)        Merupakan alat untuk meningkatkan kesehatan badaniah dan rohaniah pegawai.
k)      Memperbaiki kondisi kerja.
l)        Memelihara sikap pegawai yang menguntungkan terhadap pekerjaan dan lingkungannya.

2.  Bagi Pegawai
a)      memberikan kenikmatan dan fasilitas yang dengan cara lain tidak tersedia atau yang tersedia dalam bentuk yang kurang memadai.
b)      Memberikan bantuan dalam memecahkan suatu masalah-masalah perseorangan.
c)      Menambah kepuasan kerja.
d)     Membantu kepada kemajuan perseorangan.
e)      Memberikan alat-alat untuk dapat menjadi lebih mengenal pegawai-pegawai lain.
f)       Mengurangi perasaan tidak aman.
g)      Memberikan kesempatan tambahan untuk memperoleh status.

C.            Bentuk-bentuk Program pelayanan kesejahteraan karyawan
   Program kesejahteraan karyawan dapat diberikan secara materi maupun nonmaterial. Kesejahteraan karyawan secara material berkaitan langsung dengan prestasi karyawan, dan dapat diberikan berupa kompensasi, seperti uang transport, uang makan, uang pensiun, tunjangan hari raya, uang jabatan, bonus, uang pendidikan, uang pengobatan, pakaian dinas, uang cuti, dan uang kematian. Sedangkan kesejahteraan karyawan secara non material dapat berupa pemberian fasilitas dan pelayan bagi keryawan seperti fasilitas yang di sediakan oleh pihak perusahaan.
  Dengan demikian dapat dikatakan bahwa program kesejahteraan terdiri dari dua komponen utama yaitu : kompensasi yang berkaitan langsung dengan prestasi kerja karyawan serta kompensasi yang tidak berkaitan langsung denganprestasi kerja karyawan tetapi diberikan oleh pihak perusahaan kepada karyawan yang dipandang sebagai penghasilan tambahan. Kompensasi adalah penghargaan yang diberikan perusahaan sebagai balasan atas prestasi kerja yang diberikan oleh tenaga kerja.[2]
  Pemberian kesejahteraan karyawan sangat berarti dan bermanfaat bagi perusahaan dan karyawan. Bagi karyawan pemberian kesejahteraan bermanfaat untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara perusahaan dengan karyawan, meningkatkan semangat kerja karyawan, disiplin kerja, dan sikap loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Sedangkan bagi perusahaan dapat meningkatkan produktifitas kerja, efisiensi kerja efektifitas kerja, dan maningkatkan laba. Program kesejahteraan karyawan sangat pemting demi terwujudnya tujuan perusahaan, namun program kesejahteraan karyawan harus disusun berdasarkan peraturan yang ada, berdasarkan asas keadilan dan kelayakan, dan berpedoman pada kemampuan perusahaan.
Bentuk lainnya dari program kesejahteraan karyawan didalam perusahaan dapat berupa dana bantuan pendidikan, bantuan keuangan, dan bantuan social. Seperti yang dikemukakan oleh Sondang P. Siagian, menyebutkan bahwa : “dalam usaha mendorong produktifitas serta ketenangan kerja pada karyawannya, perusahaan memberikan jasa-jasa tertentu kepada karyawannya pembayaran diluar upah dan gaji serta berbagai manfaat sampingan. Umumnya diberikan jasa-jasa tersebut antara lain bantuan pendidikan, bantuan keuangan, dan bantuan sosial.
  Dari uraian-uraian diatas bahwa pemberian kesejahteraan bertujuan untuk mendorong produktifitas serta ketenangan kerja pada perusahaan. Apabila perusahaan memiliki tenaga kerja yang mampu dan cakap, namun jika tidak ada dorongan kepada karyawan maka semua itu tidak ada artinya. Jadi agar para karyawan dapat meningkatkan semangatnya perlu adanya suatu dorongan semangat kerja yang salah satunya dengan kesejahteraan bagi karyawan, dan pada akhirnya tujuan dan harapan dari perusahaan dapat terwujud.
  Ada tiga bentuk program kesejahteraan (pelayanan) karyawan, yaitu:
1. Program Kesejahteraan Ekonomi Karyawan
Program ini dirancang dan diselenggarakan untuk melindungi keamanan ekonomi para karyawan. Jenis-jenis program ini antara lain:
a. Pensiun
Pensiun diberikan bagi karyawan yang telah bekerja di perusahaan untuk masa tertentu. pensiun merupakan salah satu program perusahaan dalam rangka memberikan jaminan keamanan financial bagi karyawan yang sudak tidak produktif.
b. Asuransi
Perusahaan melakukan kerja sama dengan perusahaan asuransi untuk menanggung asuransi karyawannya. Program asuransi bisa berbentuk asuransi jiwa, kesehatan atau asuransi kecelakaan.
c. Pemberian Kredit
Perusahaan memberikan kredit kepada karyawan yang membutuhkannya, misalnya: mendirikan koperasi simpan pinjam.

2. Program Rekreasi dan Hiburan
Program rekreasi sangat perlu bagi karyawan, karena para karyawan tersebut sudah bekerja secara rutin untuk mengatasi ketegangan atau stress maka perlu karyawan tersebut menenangkan pikiran. Program rekreasi yang sering dilakukan adalah kemping dan piknik.
3. Pemberian Fasilitas
Biasanya perusahaan memberikan fasilitas kepada karyawan untuk membantu keluhan karyawan dalam melakukan tugas-tugas sehari-hari. Pemberian fasilitas bisa dalam bentuk antara lain:
a. Penyediaan cafeteria
b. Perumahan
c. Fasilitas Pembelian
d. Fasilitas Kesehatan
e. Pendidikan

D.           Hubungan pelayanan kesejahteraan dengan semangat kayawan.
  Semangat kerja memang peranan penting bagi karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan adanya semangat kerja yang tinggi akan terciptalah kepuasan diri seseorang atas hasil kerja yang di capai,sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan tepat.
 Perusahaan dalam meningkatkan produktivitas yang lebih tinggi lagi, perlu menimbulkan semangat dan kegairahan kerjaa para karyawan. Perusahaan yang dipandang sebagai tempat kerja yang baik biasanya memasukkan unsur keadilan sebagai bagian dari budayanya, karena keadilan dianggap dapat membangun rasa saling percaya diantara para karyawan dan manajemennya demi terciptanya suasana kerja yang baik.[3] Namun untuk meningkatkan semnagat kerja, bukanlah hal yang mudah karena banyak faktor yang perlu di perhatikan, salah satu diantaranya adalah program kesejahteraan karyawan yang bertujuan untuk memenuhi, baik kebutuhan fisik maupun mental karyawan.
Menurut Strauuss dan Syaless (2003:369) bahwa “employers provide fringers party to raise employe morale, to meet their social responposibility, and to make more effectife their work force, atau majiakan memberikan tunjangan adalah untuk meningkatkan semangat kerja karyawan, untuk memenuhi tanggung jawab sosial nya dan membuat agar para karyawan melakukan pekerjaan secara lebih efektif.
            Pemberian program kesejahteraan karyawan di rancang dari individu dan kelompok jenis-jenis perilaku tertentu yang dianggap dapat meningkatkan semangat kerja. Salah satu harapan yang timbul dengan adanya peningkatan semangat kerja karyawan adalah secara tidak langsung dapat meningkatkan produktifitas kerja karyawan. Pada hakikatnya pemberian pelayanan kesejahteraan dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik dan bersemangat, karena semangat kerja erat hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan seseorang. Menurut Hasibuan (2001: 102) pemenuhi kebutuhan materi dan non materi dapat meningkatkan semangat kerja dan kegairahan kerja.
 Berdasarkan uraian tersebut dapat di ketahui bahwa pelaksanaan program kesejahteraan karyawan bersifat merangsang untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas kerja, sehingga terdapat hubungan interaksi yang saling menguntungkan antara perusahan dengan karyawan.





BAB III
PENUTUP

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian pelayanan kesejahteraan adalah upaya memenuhi kebutuhan karyawan baik di dalam maupun luar hubungan kerja dengan tujuan untuk meningkatkan semangat dan produktifitas karyawan. Tujuan pemberian program kesejahteraan pada perusahaan yang mengadakan program kesejahteraan terdiri dari dua yaitu bagi perusahaan dan pegawai. Pada hakikatnya pemberian pelayanan kesejahteraan dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik dan bersemangat, karena semangat kerja erat hubungannya dengan pemenuhuan kebutuhan seseorang.
Bentuk Program kesejahteraan terdiri dari dua komponen utama yaitu : kompensasi yang berkaitan langsung dengan prestasi kerja karyawan serta kompensasi yang tidak berkaitan langsung dengan prestasi kerja karyawan tetapi diberikan oleh pihak perusahaan kepada karyawan yang dipandang sebagai penghasilan tambahan.
Hubungan pelayanan masyarakat dengan semangat kerja karyawan sangatlah erat, karena semakin diperhatikan oleh perusahaan maka karyawan akan semakin semangat dan produktifitasnya semakin meningkat. Jadi akan sangat membantu kemajuan dari sebuah perusahaan. Oleh karena itu memperhatikan kesejahteraan karyawan adalah hal yang harus diperhatikan oleh manajemen sebuah perusahaan, karena pelaksanaan program kesejaahteraaan karyawan bersifat merangsang untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas kerja, sehingga terdapat hubungan interaksi yang saling menguntungkan antara perusahan dengan karyawan. Karena karyawan adalah aset yang mempunyai andil terbesar terhadap kemajuan organisasi atau perusahaan.








Daftar Pustaka

1.        http://adiens-blog.blogspot.co.id/2012/03/manajemen-sdm-makalah-pelayanan.html?m=1 (diakses 11 Desember 2016).
2.        Dessler, G. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
3.        Schuller, Randall S. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. Erlangga, Jakarta
4.        Trisnawati, Erni & Saefullah, Kurniawan. 2005. Pengantar Manajemen. PT. Kencana Prenamedia, Jakarta
5.        Novita, Yuni. (2010). Pemeliharaan Tenaga Kerja  [Online]. Tersedia : http://yuninovita.blogspot.com/2010/07/makalah-msdm-tentang-pemeliharaan.html (diakses 11 Desember 2016).
6.        Anonim. 2010. Manajemen Sumberdaya Manusia – Bab X Pemeliharaan. Dalam: http://literaturekonomi.blogspot.com/2010/04/manajemen-sumberdaya-manusia-bab-x.html. (diakses 14 Desember 2016).
7.        Emje, Dewi Ayu. 2012. Makalah Pemeliharaan Tenaga Kerja. Dalam: http://ayuwidigda.blogspot.com/2012/07/v-behaviorurldefaultvmlo.html. (diakses 14 Desember 2016).
8.        http://www.duniakaryawan.com/program-kesejahteraan-karyawan/ (diakses 14 Desember 2016).


[1] Tisnawati,Erni & Saefullah Kurniawan, Pengantar Manajemen hal. 206
[2] Tisnawati,Erni & Saefullah Kurniawan, Pengantar Manajemen hal. 207
[3] Schuller, Randall S. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. Erlangga, Jakarta. Hal 78

Tidak ada komentar:

Posting Komentar