PELAYANAN KESEJAHTERAAN
KARYAWAN
(Diajukan
untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia)
Dosen Pengampu : M Nur
Kholiq M.Pd
Oleh
:
Wildtan
Habibi
NIM
: 2015.77.20.010
Progam
Studi: Manajemen Pendidikan Islam
STAI “MA’HAD ‘ALY AL-HIKAM”
MALANG
Desember
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam menjalankan roda
organisasi, manusia merupakan unsur yang terpenting dibandingkan dengan alat
produksi lainnya, seperti modal, sarana kerja, mesin-mesin, bahan mentah, bahan
baku, perangkat lunak dan lain sebagainya. Mengingat bahwa unsur manusia
merupakan unsur yang terpenting, maka pemeliharaan hubungan dengan karyawan
yang kontinue dan serasi dalam setiap organisasi menjadi sangat penting.
Menurunnya semangat kerja
karyawan adalah masalah yang umum yang dapat terjadi pada setiap perusahaan,
baik industri maupun organisasi. Jika tidak ada penanganan yang serius dan
perhatian lebih lanjut, hal tersebut dapat menjadi bom waktu karena langsung
atau tidak langsung dapat menurunkan performa perusahaan secara operasional
bahkan fungsional. Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut maka
pemeliharaan karyawan dalam suatu organisasi memang sangatlah penting.
Pemeliharaan tenaga kerja tidak lepas dari campur tangan manajer. Jika pemeliharaan
karyawan kurang diperhatikan, semangat kerja, sikap, loyalitas karyawan akan
menurun. Absensinya dan turn-over meningkat, disiplin akan menurun, sehingga
pengadaan, pengembangan, kompensasi, dan pengintegrasian karyawan yang telah
dilakukan dengan baik dan biaya yang besar kurang berarti untuk menunjang
tercapainya tujuan perusahaan.
Pentingnya kesejahteraan
karyawan adalah untuk mempertahankan karyawan agar tidak pindah ke perusahaan
lain, meningkatkan motivasi dan semangat kerja, dan meningkatkan sikap
loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Kesejahteraan yang diberikan sangat
berarti dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental karyawan
beserta keluarganya.
B.
Rumusan Masalah :
1. Apa pengertian
kesejahteraan karyawan ?
2. Apa tujuan pelayanan
kesejahteraan karyawan ?
3. Apa saja bentuk-bentuk
program pelayanan kesejahteraan karyawan ?
4. Apa hubungan program
pelayanan kesejahteraan dengan semangat karyawan ?
C.
Tujuan :
1.
Untuk mengetahui pengertian
kesejahteraan karyawan
2.
Untuk mengetahui tujuan pelayanan
kesejahteraan karyawan
3.
Untuk mengetahui bentuk-bentuk progam
pelayanan kesejahteraan karyawan
4.
Untuk mengetahui hubungan pelayanan
kesejahteraan dengan semangat karyawan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Kesejahteraan Karyawan
Manusia merupakan
unsur paling penting dalam proses-proses organisasi ataupun proses kerja. Dalam
hal ini manusialah yang dapat menentukan maju mundurnya sebuah organisasi, dan
pada intinya manusialah yang menjadi sumber daya yang perlu terus dipelihara.
Pemeliharaan ataupun perawatan SDM merupakan salah satu tindakan penting untuk
terus menghasilkan kualitas manusia yang unggul serta memiliki dedikasi tinggi.
Menurut Malayu
S.P. Hasibuan kesejahteraan adalah balas jasa lengkap (materi dan non materi
yang diberikan oleh pihak perusahaan berdasarkan kebijaksanaan. Tujuannya untuk
mempertahankan dan memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan agar
produktifitasnya meningkat.
Kesejahteraan
adalah dapat dipandang sebagai uang bantuan lebih lanjut kepada karyawan. Terutama
pembayarannya kepada mereka yang sakit, uang bantuan untuk tabungan karyawan,
pembagian berupa saham, asuransi, perawatan dirumah sakit, dan pensiun.
Menurut I.G.
Wursanto menyatakan bahwa : Kesejahteraan sosial atau jaminan sosial bentuk
pemberian penghasil baik dalam bentuk materi maupun dalam bentuk non materi,
yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan untuk selama masa pengabdiannya
ataupun setelah berhenti karena pensiun, lanjut usia dalam usaha memenuhi
kebutuhan materi maupun non materi kepada karyawan dengan tujuan untuk
memberikan semangat atau dorongan kerja kepada karyawan.
Dalam UU
13/2003 memberikan pengertian tentang kesejahteraan pekerja, yaitu suatu
pemenuhan kebutuhan dan atau keperluan yang bersifat jasmaniah dan rohaniah, baik
di dalam maupun di luar hubungan kerja, yang secara langsung atau tidak
langsung dapat mempertinggi produktivitas kerja dalam lingkungan kerja yang
aman dan sehat
Jadi dapat
disimpulkan bahwa pengertian pelayanan kesejahteraan karyawan adalah upaya memenuhi
kebutuhan karyawan baik di dalam maupun luar hubungan kerja dengan tujuan untuk
meningkatkan semangat dan produktifitas karyawan. Karena mengelola SDM
merupakan hal yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan besar atau
kecil, apapun jenis industrinya . Perusahaan yang lebih efektif dalam mengelola
SDM nya maka semakin berhasil perusahaan itu.
B.
Tujuan Pelayanan Kesejahteraan
Karyawan
Program
kesejahteraan yang diberikan oleh perusahaan, lembaga atau organisasi pada
pegawainya hendaknya bermanfaat, sehingga dapat mendorong tercapainya tujuan
perusahaan yang efektif. Program kesejahteraan karyawan sebaiknya sesuai dengan
ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan tidak melanggar peraturan
pemerintah. Pemeliharaan tenaga kerja sangat penting dilakukan guna menjamin
agar tenaga kerja yang dimiliki perusahaan terpelihara produktivitas,
efektivitas, dan efisiensinya[1].
Adapun tujuan
program kesejahteraan pada karyawan adalah sebagai berikut :
1.
Untuk meningkatkan produktivitas
kerja karyawan.
2.
Meningkatkan disiplin dan menurunkan
absensi karyawan.
3.
Meningkatkan loyalitas dan menurunkan
turn over karyawan.
4.
Memberikan ketenangan, keamanan , dan
kesehatan karyawan.
5.
Meningkatkan kesejahteraan karyawan
dan keluarganya.
6.
Memperbaiki kondisi fisik, mental,
dan sikap karyawan
7.
Mengurangi konflik serta menciptakan
suasana yang harmonis.
8.
Mengefektifkan pengadaan karyawan.
Menurut Moekijat
(2000:174-175), tujuan pemberian program kesejahteraan pada perusahaan yang
mengadakan program kesejahteraan terdiri dari dua yaitu bagi perusahaan dan
pegawai.
1. Bagi Perusahaan
a)
Mengurangi perpindahan dan
kemangkiran.
b)
Meningkatkan semangat kerja pegawai
c)
Menambah kesetiaan pegawai terhadap
organisasi.
d)
Menambah peran serta pegawai dalam
masalah-masalah organisasi.
e)
Mengurangi keluhan-keluhan.
f)
Megurangi pengaruh serikat pekerja.
g)
Meningkatkan kesejahteraan pegawai
dalam hubungannya dengan kebutuhannya pribadi maupun kebutuhan sosial.
h)
Memperbaiki hubungan masyarakat.
i)
Mempermudah usaha penarikan pegawai
dan mempertahankan
j)
Merupakan alat untuk meningkatkan
kesehatan badaniah dan rohaniah pegawai.
k)
Memperbaiki kondisi kerja.
l)
Memelihara sikap pegawai yang
menguntungkan terhadap pekerjaan dan lingkungannya.
2. Bagi Pegawai
a)
memberikan kenikmatan dan fasilitas
yang dengan cara lain tidak tersedia atau yang tersedia dalam bentuk yang
kurang memadai.
b)
Memberikan bantuan dalam memecahkan
suatu masalah-masalah perseorangan.
c)
Menambah kepuasan kerja.
d)
Membantu kepada kemajuan
perseorangan.
e)
Memberikan alat-alat untuk dapat
menjadi lebih mengenal pegawai-pegawai lain.
f)
Mengurangi perasaan tidak aman.
g)
Memberikan kesempatan tambahan untuk
memperoleh status.
C.
Bentuk-bentuk Program pelayanan
kesejahteraan karyawan
Program
kesejahteraan karyawan dapat diberikan secara materi maupun nonmaterial.
Kesejahteraan karyawan secara material berkaitan langsung dengan prestasi
karyawan, dan dapat diberikan berupa kompensasi, seperti uang transport, uang
makan, uang pensiun, tunjangan hari raya, uang jabatan, bonus, uang pendidikan,
uang pengobatan, pakaian dinas, uang cuti, dan uang kematian. Sedangkan
kesejahteraan karyawan secara non material dapat berupa pemberian fasilitas dan
pelayan bagi keryawan seperti fasilitas yang di sediakan oleh pihak perusahaan.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa program
kesejahteraan terdiri dari dua komponen utama yaitu : kompensasi yang berkaitan
langsung dengan prestasi kerja karyawan serta kompensasi yang tidak berkaitan
langsung denganprestasi kerja karyawan tetapi diberikan oleh pihak perusahaan
kepada karyawan yang dipandang sebagai penghasilan tambahan. Kompensasi adalah
penghargaan yang diberikan perusahaan sebagai balasan atas prestasi kerja yang
diberikan oleh tenaga kerja.[2]
Pemberian
kesejahteraan karyawan sangat berarti dan bermanfaat bagi perusahaan dan karyawan.
Bagi karyawan pemberian kesejahteraan bermanfaat untuk menciptakan hubungan
industrial yang harmonis antara perusahaan dengan karyawan, meningkatkan
semangat kerja karyawan, disiplin kerja, dan sikap loyalitas karyawan terhadap
perusahaan. Sedangkan bagi perusahaan dapat meningkatkan produktifitas kerja,
efisiensi kerja efektifitas kerja, dan maningkatkan laba. Program kesejahteraan
karyawan sangat pemting demi terwujudnya tujuan perusahaan, namun program
kesejahteraan karyawan harus disusun berdasarkan peraturan yang ada,
berdasarkan asas keadilan dan kelayakan, dan berpedoman pada kemampuan
perusahaan.
Bentuk lainnya dari
program kesejahteraan karyawan didalam perusahaan dapat berupa dana bantuan
pendidikan, bantuan keuangan, dan bantuan social. Seperti yang dikemukakan oleh
Sondang P. Siagian, menyebutkan bahwa : “dalam usaha mendorong produktifitas
serta ketenangan kerja pada karyawannya, perusahaan memberikan jasa-jasa
tertentu kepada karyawannya pembayaran diluar upah dan gaji serta berbagai manfaat
sampingan. Umumnya diberikan jasa-jasa tersebut antara lain bantuan pendidikan,
bantuan keuangan, dan bantuan sosial.
Dari uraian-uraian
diatas bahwa pemberian kesejahteraan bertujuan untuk mendorong produktifitas
serta ketenangan kerja pada perusahaan. Apabila perusahaan memiliki tenaga
kerja yang mampu dan cakap, namun jika tidak ada dorongan kepada karyawan maka
semua itu tidak ada artinya. Jadi agar para karyawan dapat meningkatkan
semangatnya perlu adanya suatu dorongan semangat kerja yang salah satunya
dengan kesejahteraan bagi karyawan, dan pada akhirnya tujuan dan harapan dari
perusahaan dapat terwujud.
Ada tiga
bentuk program kesejahteraan (pelayanan) karyawan, yaitu:
1. Program Kesejahteraan Ekonomi Karyawan
Program ini dirancang dan diselenggarakan untuk
melindungi keamanan ekonomi para karyawan. Jenis-jenis program ini antara lain:
a. Pensiun
Pensiun diberikan bagi karyawan yang telah bekerja di
perusahaan untuk masa tertentu. pensiun merupakan salah satu program perusahaan
dalam rangka memberikan jaminan keamanan financial bagi karyawan yang sudak
tidak produktif.
b. Asuransi
Perusahaan melakukan kerja sama dengan perusahaan
asuransi untuk menanggung asuransi karyawannya. Program asuransi bisa berbentuk
asuransi jiwa, kesehatan atau asuransi kecelakaan.
c. Pemberian Kredit
Perusahaan memberikan kredit kepada karyawan yang
membutuhkannya, misalnya: mendirikan koperasi simpan pinjam.
2. Program Rekreasi dan Hiburan
Program rekreasi sangat
perlu bagi karyawan, karena para karyawan tersebut sudah bekerja secara rutin
untuk mengatasi ketegangan atau stress maka perlu karyawan tersebut menenangkan
pikiran. Program rekreasi yang sering dilakukan adalah kemping dan piknik.
3. Pemberian Fasilitas
Biasanya perusahaan
memberikan fasilitas kepada karyawan untuk membantu keluhan karyawan dalam
melakukan tugas-tugas sehari-hari. Pemberian fasilitas bisa dalam bentuk antara
lain:
a. Penyediaan cafeteria
b. Perumahan
c. Fasilitas Pembelian
d. Fasilitas Kesehatan
e. Pendidikan
D.
Hubungan pelayanan kesejahteraan
dengan semangat kayawan.
Semangat kerja
memang peranan penting bagi karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan adanya
semangat kerja yang tinggi akan terciptalah kepuasan diri seseorang atas hasil
kerja yang di capai,sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik
dan tepat.
Perusahaan
dalam meningkatkan produktivitas yang lebih tinggi lagi, perlu menimbulkan
semangat dan kegairahan kerjaa para karyawan. Perusahaan yang dipandang sebagai
tempat kerja yang baik biasanya memasukkan unsur keadilan sebagai bagian dari
budayanya, karena keadilan dianggap dapat membangun rasa saling percaya
diantara para karyawan dan manajemennya demi terciptanya suasana kerja yang
baik.[3] Namun untuk meningkatkan
semnagat kerja, bukanlah hal yang mudah karena banyak faktor yang perlu di
perhatikan, salah satu diantaranya adalah program kesejahteraan karyawan yang
bertujuan untuk memenuhi, baik kebutuhan fisik maupun mental karyawan.
Menurut Strauuss dan
Syaless (2003:369) bahwa “employers provide fringers party to raise employe
morale, to meet their social responposibility, and to make more effectife their
work force, atau majiakan memberikan tunjangan adalah untuk meningkatkan
semangat kerja karyawan, untuk memenuhi tanggung jawab sosial nya dan membuat agar
para karyawan melakukan pekerjaan secara lebih efektif.
Pemberian program kesejahteraan
karyawan di rancang dari individu dan kelompok jenis-jenis perilaku tertentu yang dianggap
dapat meningkatkan semangat kerja. Salah satu harapan yang timbul dengan adanya
peningkatan semangat kerja karyawan adalah secara tidak langsung dapat
meningkatkan produktifitas kerja karyawan. Pada hakikatnya pemberian pelayanan
kesejahteraan dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik dan
bersemangat, karena semangat kerja erat hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan
seseorang. Menurut Hasibuan (2001: 102) pemenuhi kebutuhan materi dan non
materi dapat meningkatkan semangat kerja dan kegairahan kerja.
Berdasarkan uraian
tersebut dapat di ketahui bahwa pelaksanaan program kesejahteraan karyawan
bersifat merangsang untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas kerja, sehingga
terdapat hubungan interaksi yang saling menguntungkan antara perusahan dengan
karyawan.
BAB III
PENUTUP
Dari pembahasan di atas
dapat disimpulkan bahwa pengertian pelayanan kesejahteraan adalah upaya
memenuhi kebutuhan karyawan baik di dalam maupun luar hubungan kerja dengan
tujuan untuk meningkatkan semangat dan produktifitas karyawan. Tujuan pemberian
program kesejahteraan pada perusahaan yang mengadakan program kesejahteraan
terdiri dari dua yaitu bagi perusahaan dan pegawai. Pada hakikatnya pemberian
pelayanan kesejahteraan dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik dan
bersemangat, karena semangat kerja erat hubungannya dengan pemenuhuan kebutuhan
seseorang.
Bentuk Program
kesejahteraan terdiri dari dua komponen utama yaitu : kompensasi yang berkaitan
langsung dengan prestasi kerja karyawan serta kompensasi yang tidak berkaitan
langsung dengan prestasi kerja karyawan tetapi diberikan oleh pihak perusahaan
kepada karyawan yang dipandang sebagai penghasilan tambahan.
Hubungan pelayanan
masyarakat dengan semangat kerja karyawan sangatlah erat, karena semakin
diperhatikan oleh perusahaan maka karyawan akan semakin semangat dan
produktifitasnya semakin meningkat. Jadi akan sangat membantu kemajuan dari
sebuah perusahaan. Oleh karena itu memperhatikan kesejahteraan karyawan adalah
hal yang harus diperhatikan oleh manajemen sebuah perusahaan, karena pelaksanaan
program kesejaahteraaan karyawan bersifat merangsang untuk memaksimalkan
kualitas dan kuantitas kerja, sehingga terdapat hubungan interaksi yang saling
menguntungkan antara perusahan dengan karyawan. Karena karyawan adalah aset
yang mempunyai andil terbesar terhadap kemajuan organisasi atau perusahaan.
Daftar Pustaka
1.
http://adiens-blog.blogspot.co.id/2012/03/manajemen-sdm-makalah-pelayanan.html?m=1
(diakses 11 Desember 2016).
2.
Dessler, G. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
3.
Schuller, Randall S. 1997. Manajemen Sumber Daya
Manusia. Erlangga, Jakarta
4.
Trisnawati, Erni & Saefullah, Kurniawan. 2005.
Pengantar Manajemen. PT. Kencana Prenamedia, Jakarta
5.
Novita, Yuni. (2010). Pemeliharaan Tenaga Kerja [Online]. Tersedia :
http://yuninovita.blogspot.com/2010/07/makalah-msdm-tentang-pemeliharaan.html
(diakses 11 Desember 2016).
6.
Anonim. 2010. Manajemen Sumberdaya Manusia – Bab X
Pemeliharaan. Dalam:
http://literaturekonomi.blogspot.com/2010/04/manajemen-sumberdaya-manusia-bab-x.html.
(diakses 14 Desember 2016).
7.
Emje, Dewi Ayu. 2012. Makalah Pemeliharaan Tenaga
Kerja. Dalam:
http://ayuwidigda.blogspot.com/2012/07/v-behaviorurldefaultvmlo.html. (diakses
14 Desember 2016).
8.
http://www.duniakaryawan.com/program-kesejahteraan-karyawan/
(diakses 14 Desember 2016).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar